Library Picture

RECORD DETAIL
Back To Previous  XML Detail

Title Antropologi Struktural
Edition
Call Number 306 Strauss A
ISBN/ISSN 979-3722-10-X
Author(s) Strauss, Claude Levi
Sjams, Ninik Rochani
Nurhadi
Subject(s)
Classification 306
Series Title
GMD Printed Book
Language Indonesia
Publisher Kreasi Wacana Yogyakarta
Publishing Year 2005
Publishing Place Yogyakarta
Collation 548 hlm
Abstract/Notes “TENTU saja Lévi Strauss bukan orang pertama ataupun satu-satunya orang yang memberi tekanan pada karakter struktural dalam fenomena-fenomena sosial, namun orisinalitasnya adalah karena memberi perhatian yang serius atas hal itu dan dengan teguh mengambil segala konsekuensi dari hal itu,” (hlm. v) tulis Jean Pouillon dalam salah satu studi mutakhirnya untuk menggambarkan sosok pemikir Prancis yang begitu kondang dalam disiplin antropologi ini.

Keseriusan itu dapat dilihat dalam studi-studi mendalamnya tentang kehidupan “masyarakat liar” dari berbagai belahan dunia, mulai dari tata cara perkawinan, sistem kekerabatan, mata pencaharian, hierarki kekuasaan, kepercayaan dan mitos-mitos mereka. Dari studi-studi mendetail inilah dia kemudian membuktikan sekaligus memperluas cakupan analisis struktural yang sebelumnya dikembangkan de Saussure dalam bidang linguistik. Lévi Strauss memang konsisten dengan analisisnya, sehingga dari kenyataan bahwa struktur yang melandasi kehidupan masyarakat sesungguhnya adalah hukum-hukum baku yang dipatuhi secara tak sadar persis sebagaimana konvensi-konvensi yang melandasi bahasa, dia tidak ragu untuk menyimpulkan dalam buku The Savage Mind bahwa psike manusia merupakan sebagian dari kosmos atau realitas material yang fungsinya tidak lain daripada mencerminkan kosmos itu sendiri. Buku Antropologi Struktural ini berisi kumpulan tulisan Lévi Strauss yang mewakili beberapa inti pemikirannya.

Sebagai panduan untuk menyusuri pemikirannya di dunia antropologi, pertama-tama dia memaparkan hubungan sejarah dengan antropologi yang melahirkan konsep dualistis antara diakronis dan sinkronis. Kemudian dilanjutkan dengan pembahasan hubungan bahasa dengan kekerabatan yang menyediakan kerangka teoretis bagi analisis struktural. Bagaimana kerangka ini diterapkan ketika menganalisis organisasi-organisasi sosial, agama dan kepercayaan serta seni dapat dilihat dalam pembahasan-pembahasan selanjutnya.

Sebagai penutup, dalam buku ini Lévi Strauss mengemukakan dengan terus terang beberapa persoalan metodologi dalam analisis struktural dan bagaimana cara mengajarkannya. Kebhinekaan budaya membuat pemikiran strukturalis Lévi Strauss sangat relevan untuk diapresiasi dan dijadikan bahan pertimbangan, sebab dengan analisis struktural, barangkali berbagai persoalan kultural yang muncul akibat keragaman dapat dipetakan dengan lebih jelas. Karena semua orang pun juga sudah tahu kalau pemetaan persoalan kurang terang, penantian terhadap solusi yang paling layak akan semakin panjang.
Specific Detail Info
Image
File Attachment
LOADING LIST...
Availability
LOADING LIST...
  Back To Previous